Pengaruh Media Pembelajaran Matematika Untuk Anak Kelas V Sekolah Dasar Dengan Kecerdasan Logika

 


BAB I

A. Latar Belakang

Menurut Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter hadir dengan pertimbangan bahwa dalam rangka mewujudkan bangsa yang berbudaya melaui penguatan nilai-nilai religious, jujur, toleran, disiplin, bekerja keras, kratif, mandidi, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan bertanggung jawab.

Adanya kesenjangan yang diharapkan pemerintah dengan adanya peraturan yang sudah ditetapkan dengan kondisi peserta didik mengakibatkan penurunan kuaitas sumber daya manusia yang ada di Indonesia. Dengan adanya penurunan SDM tersebut, maka kita harus memperbaiki kualitas SDM dengan  meningkatkan kreatifitas dalam pengajaran terhadap pesrta didik. Banyak faktor yang menyebebabkan peserta didik tidak mampu menyerap informasi yang diberikan oleh guru, antara lain : faktor intelegensi, faktor lingkungan, perkembangan fisik-motorik, perkembangan emosi, dan perkembangan bahasa.

 

B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah, peneliti mengidentifikasi masalah-masalah sebagai berikut.

1. Bagaimana pengaruh media pembelajaran untuk anak SD kelas V terhadap kecerdasan logika?

2. Bagaimana kelayakan media pembelajaran untuk menarik minat siswa dalam pembelajaran?

 

C. Pembatasan Masalah

Masalah-masalah yang teridentifikasi dalam latar belakang tidak dapat diselesaikan dalam waktu bersamaan, oleh karena itu peneliti membatasi masalah pada hal-hal berikut:

1. Hal yang diharapkan tentang media pembelajaran marematika peningkatan kecerdasan logika anak SD kelas V

2. Media pembelajaran matematika terhadap kecerdasan logika.

D. Rumusan Masalah

1. Bagaimana pengaruh media pembelajaran matematika terhadap kecerdasan logika?

2. Bagaimana cara membuat media pembelajaran yang menarik minnat siswa

3. Bagaimana meningkatkan kecerdasan logika siswa?

E. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kecerdasan logika siswa dengan menggunakan media pembelajaran matematika sebagai jembatannya.

F. Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat memberi manfaat bagi pihak-pihak yang terkait dengan penelitian berikut ini:

v  Siswa

Dengan adanya media diharapkan dapat meningkatkan kemampuan berpikir siswa dalam pembelajaran matematika.

v  Guru

Media yang digunakan dapat menjadi salah satu bahan ajar dalam pembelajaran matematika dan dapat meningkatkan motivasi para guru dalam meningkatkan media pembelajaran di sekolah.

v  Sekolah

1. Sumber pembelajaran di sekolah tidak berasal dari buku dan kurkulum saja, tetapi dengan media pembelajaran juga dapat digunakan untuk memudahkan peserta didik dalam belajar.

2. Dengan adanya media, sekolah dapat  mengembangkan media tersebut menjadi lebih baik untuk kegiatan pembelajaran di kelas.

v  Peneliti lain

Sebagai referensi dalam membuat media pembelajaran dan digunakan sebagai bahan pembanding apabila membuat media pembelajaran agar menjadi lebih baik lagi kedepannya.

 

 

 

 

 

 

BAB II

 

A. Kajian Teori

  1. Pembelajaran Matematika

Pengertian Pembelajaran Matematika Menurut Muhsetyo (2008: 26),pembelajaran matematika adalah proses pemberian pengalaman belajar kepada peserta didik melalui serangkaian kegiatan yang terencana sehingga peserta didik memperoleh kompetensi tentang bahan matematika yang dipelajari.

Belajar matematika akan lebih berhasil jika proses pengajaran diarahkan pada konsep-konsep dan struktur-struktur yang terbuat  dalam pokok bahasan yang diajarkan, disamping hubungan yang terkait  antara konsep-konsep dan struktur-struktur bahwa dalam proses belajar anak sebaiknya diberi  kesempatan untuk memanipulasi benda-benda (alat peraga). Melalui alat peraga tersebut, anak akan melihat langsung bagaimana keteraturan dan pola struktur yang terdapat dalam benda yang diperhatikannya itu.

2. Media Pembelajaran

Media memiliki peran yang sangat penting dalam pendidikan sebagai suatu sarana atau perangkat yang berfungsi sebagai perantara atau saluran dalam suatu proses komunikasi antara komunikator dan komunikan (Asyar, 2011). Media adalah alat bantu apa saja yang dapat dijadikan sebagai penyalur pesan guna mencapai tujuan pengajaran (Djamarah, 2002). Di mana media dapat menampilkan informasi melalui suara, gambar, gerakan dan warna, baik secara alami maupun manipulasi, sehingga membantu guru untuk menciptakan suasana belajar menjadi lebih hidup, tidak monoton dan tidak membosankan.

B. Tinjauan Pustaka

Media pembelajaran  dapat mengembangkan kreativitas siswa, yaitu  dengan konsep pembelajaran yang berbeda dalam menjawab permasalahan yang diberikan dan bukan berorientasi pada jawaban (hasil) akhir. Siswa dihadapkan dengan problem pembelajaran, tujuan utamanya bukan untuk mendapatkan jawaban tetapi lebih menekanakan pada cara bagaimana sampai pada suatu jawaban. Suatu penelitian direncanakan untuk melihat apakah pembelajaran dengan media pembelajaran dan berpikir kreatif dapat mempengaruhi kemampuan penalaran matematika siswa.Dapat disimpulkan bahwa bagi siswa yang memiliki kecerdasan logis matematis tinggi hasil belajar matematikanya lebih tinggi bila menggunakan media pembelajaran model dibandingkan dengan menggunakan media pembelajaran cetak.

C. Hipotesis

1. Media pembelajaran sangat efektif dalam menyampaikan materi matematika di kelas.

2. kecerdasan logika pada pembelajaran matematika dapat ditingkatkan dengan menggunakan media pembelajaran.

 

 

BAB III

A. Rancangan Penelitian

Ditinjau dari permasalahan yang ada, peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif. Pendekatan kuantitatif adalah suatu penelitian yang hasilnya disajikan dalam bentuk deskripsi dengan menggunakan angka-angka. Pemilihan pendekatan ini karena penelitian kuantitatif merupakan salah satu jenis kegiatan penelitian yang spesifikasinya adalah sistematis, terencana, dan terstruktur sejak awal hingga pembuatan desain penelitian , baik tentang tujuan penelitian, subjek penelitian, objek penelitian, sampel data, sumber data, maupun metodologinya. Variabel penelitian terukur  dengan berbagai bentuk skala pengukuran, yaitu skala nominal, ordinal, interval, maupun rasio.

Sedangkan jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuasi eksperimen atau eksperimen semu. Tujuan dari kuasi eksperimen ini adalah untuk memprediksi keadaan yang dapat dicapai melalui eksperimen yang sebenarnya, tetapi tidak ada pengontrolan atau manipulasi terhadap seluruh variabel yang relevan. Peneliti membagi menjadi  dua kelompok, kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.

B. Tempat dan Waktu Penelitian

1. Waktu Penelitian

Waktu yang digunakan pada penelitian ini dilaksanakan sejak tanggal dikeluarkannya ijin penelitian dalam kurun waktu dua bulan di bulan Januari-Februari yang meliputi 1 bulan pengumpulan data dan 1 bulan pengolahan data.

2. Tempat Penelitian

Tempat pelaksanaan penelitian ini adalah di kelas V SD N Ngupasan.

C. Populasi dan Sampel

1. Populasi

Populasi atau universe adalah keseluruhan objek yang diteliti, baik berupa benda, orang, kejadian, nilai maupun hal-hal yang terjadi. Populasi mencakup seluruh komponen yang memenuhi karakteristik dan sifat untuk diteliti. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD N Ngupasan tahun ajaran 2020-2021. Jumlah siswa kelas V SD N Ngupasan tahun ajaran 2020-2021 adalah 8 laki-laki dan 12 perempuan.

2. Sampel 

Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakter yang dimiliki oleh populasi. Sampel berupa sebagian kecil dari populasi yang dapat mewakili populasi dari penelitian yang kita lakukan. Dalam penelitian ini, peneliti mengambil sampel dua kelompok yaitu kelas V yang dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Jadi jumlah sampel dalam penelitian adalah 10 siswa dari kelas V SD N Ngupasan  yang dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.

D. Sumber Data, Variabel, dan Skala Pengukuran 

1. Sumber data

Data adalah bahan mentah yang perlu diolah, sehingga menghasilkan informasi atau keterangan, baik kualitatif maupun kuantitatif, yang menunjukkan fakta. Yang dimaksud dengan sumber data dalam penelitian adalah subjek dari mana data dapat diperoleh. Adapun sumber data dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder.

2. Variabel

Variabel adalah suatu objek yang mempunyai variasi tertentu  yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan. Variabel penelitian adalah obyek yang menjadi titik perhatian suatu penelitian. Adapun variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah variabel bebas dan  variabel terikat

E. Teknik Pengumpulan Data

Pengumpulan data adalah suatu proses pengumpulan data primer dan sekunder dalam suatu penelitian. Teknik pengumpulan data berarti cara yang dilakukan untuk mendapatkan data untuk penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode angket, tes, dan dokumentas.

F. Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian adalah alat atau fasilitas yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data agar pekerjaannya lebih mudah dan hasilnya lebih baik, dalam arti lebih cepat, lengkap dan sistematis sehingga lebih mudah diolah. Instrumen dalam penelitian ini adalah instrumen angket, instrumen tes, dan instrumen dokumentasi.

. Teknik Analisis Data

Analisis data dapat didefinisikan sebagai proses penelaahan pengaturan dan pengelompokan data dengan tujuan untuk menyusun hipotesis kerja dan mengangkatnay menjadi kesimpulan atau teori sebagai temuan peneliti. Analisis data dalam penelitian ini dengan cara uji homogenitas, uji normalitas, dan uji hipotesis.

 

 

 

Komentar